Thursday, 3 January 2013

(Belenggu) Perbankan Syariah

Ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan bersama, Perbankan Konvensional dalam bahasan Islam sudah kita anggap finish, sedangkan Perbankan Syari'ah ini lah yang masih menjadi perhatian bersama umat Islam khsusnya dan seluruh masyarakat dunia pada umumnya.
Beberapa hal yang menjadi masalah di Sistem Perbankan Syari'ah memang masih ada, jika kita mau menaggapi positif setiap kritikan dan koreksi dari berbagai kalangan insyaallah akan menjadi obat bahkan nutrisi yang bagus bagi kehidupan Perbankan Syari'ah.
Keadaan Perbankan Syariah yang masih belum sempurna ini sebenarnya menuntut kita umat Islam khususnya untuk berusaha dan berjuang membenahi kekurangan Perbankan Syariah. Jika kita ingin umat Islam memiliki lembaga keuangan yang lebih diridloi Allah swt mari kita bersama memperjuangkan aspek ini.
Logikanya, kalau kita menginginkan Perbankan Syari'ah ini lebih baik ya kita ikut andil dalam usaha tersebut. Kritik dan koreksi secara terus menerus tanpa ada yang mengupayakan secara rill usaha perbaikan tersebut maka ya no thing dan gak ada hasil posotif.
Jadi yang perlu ditekankan di sini adalah tentang bagaimana cara menangani masalah kekurangan dan belum sempurnanya sistem Perbankan Syari'ah.
Beberapa hal yang kiranya dapat dijadikan solusi atas permasalahan tersebut adalah sebagaimana berikut:
1. Para pemangku kebijakan di intern Perbankan Syariah hendaknya benar-benar memperhatikan sistem yang dijalankan di lapangan, dan menjamin bahwa semua karyawannya telah melaksanakan transaksi-transaksi dan akad sesuai syariah.
2. DPS melakukan inspeksi dan monitoring terhadap pelaksanaan sistem syariah di lapangan, menyetujui program dan memantau pelaksanaan program.
3. Bagi karyawan Perbankan Syariah baik di level atas maupun bawah hendaknya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hukum-hukum muamalat, baik melalui kursus, seminar , atau bahkan studi di Perguruan Tinggi.
4. Pembinaan dan pendampingan bagi karyawan yang memang belum memahami secara utuh terhadap sistem syariah.
5. Masyarakat yang intens terhadap Perbankan Syariah tingkatkan juga pengetahuan dan pemahaman terkait keungan dan sistem perbankan syariah sehingga kritikan dan koreksi dari masyarakat ini memiliki dasar dan bukan skeptis-pesimis terhadap sistem Perbankan Syari'ah.
Sebuah perspektif: jika kita melihat suatu kekurangan akan lebih baik jika kita ikut andil membenahinya, bukannya kita mengecam, pesimis, bahkan menjauhi hal tersebut. Jika kita meninggalkan dan tidak perduli, kapan kita akan melihat dan mendapat manfaat dari hal tersebut.
Dalam konteks Islam "amar ma'ruf nahi mungkar" dengan amal (perbuatan) membenahi kemungkaran tersbut. Baarokalloh
Waallahu 'a'lam